Ribuan Buruh supir Serah Dengan Transportasi berbasis Online
http://infoberitaindoneisa.blogspot.com/2016/03/ribuan-buruh-supir-serah-dengan.html
Puluhan Supir Resah Dengan Transportasi Online
![]() |
| Uber dan Grab membuat serah para supir transportasi lainnya |
Para
ribuan buruh supir demo mereka merasa resah dengan adanya transportasi bebasis
online, para supir menyakatan dengan ada nya transportasi online penghasilan
mereka menjadi turun, banyak supir yang menentang dengan ada nya transportasi
bebasis online.
Pada
hari ini masih banyak supir yang demo dan mogok untuk tarik penumpang, hal yang
sangat disayangkan, padahal kita bisa lihat sisi positif dengan ada nya
transportasi berbasis online diantaranya
Kenyamanan
Saat kita sedang mengunakan jasa
transporatsi tentu kita mengingikan sebuah kenyamanan dengan nyaman kita akan
merasa senang dan tidak mikirkan sesuatu hal yang buruk.
Kemudahan
Dengan adanya transportasi
berbasis online memudahkan masyarakat untuk mencari trasportasi tanpa harus
susah payah menungu di pingir jalan lamanya dengan menunduh aplikasi yang di
sediakan dengan mengunakan smartphone kita dapat memesan jasa transportasi
berbasis online.
Keramahan
Pada penumpang sangat senang
dengan keramahan yang diberikan oleh para supir yang berkerja pada transportasi
bebasis online.
Akan tetapi masih banyak orang
yang masih belum mengerti dengan keadaan transportasi berbasis online, banyak
hal yang kita bisa ambil sebuah keuntungan.tetapi faktanya pada kemarinTerlepas
dari semua yang dialami konsumen, keberadaan taksi dan ojek online dilihat
lebih banyak buruknya oleh pelaku usaha bidang transportasi yang lebih
"senior". Pihak Organda DKI Jakarta mengeluhkan "pendatang
baru" tersebut yang dianggap menerobos semua aturan dan bersaing secara
tidak sehat.
![]() |
| ribuan buruh supir demo menolak transportasi berbasis online |
"Uber sama Grab tidak bayar
pajak, tidak punya izin usaha, mereka ilegal. Banyak penumpang sekarang beralih
ke sana, dampaknya, terjadi banyak pengangguran sejak dua tahun lalu.
Perusahaan taksi banyak yang kolaps," ujar Ketua Organda DKI Jakarta
Shafruhan Sinungan, beberapa waktu lalu.
Dan barulah Kementerian
Perhubungan merespons dengan sempat mengeluarkan larangan beroperasi sampai
surat rekomendasi menutup aplikasi Uber dan Grab, kemarin.
Padahal pemerintah masih belum
bisa memberikan sebuah solusi untuk sebuah transportasi yang sangat layak untuk
diberikan kepada masyarakat dengan nyaman, serta jalan masih banyak yang macet
hal ini yang hasur nya menjadi tujuan dan yang dipikirkan oleh pemerintah.
[right_sidebar]

